Pemuaian zat

Add Comment
Bagaimanakah konsep pemuaian zat (pemuaian panjang, pemuaian luas, pemuaian volume)? Pada kajian kali ini, kita akan membahas tentang pemuaian zat. Konsep pemuaian tidak akan terlepas dengan konsep materi atau zat. Zat atau materi pada dasarnya dibagi menjadi tiga jenis yaitu padat, cair, dan gas. Pemuaian itu sendiri dibagi kedalam tiga jenis yaitu pemuaian zat zat padat, pemuaian zat cair, dan pemuaian gas. Setiap materi tersebut akan mengalami perubahan jarak antar molekulnya ketika terjadi perubahan suhu, baik itu menjadi lebih rendah atau lebih tinggi. Ketika suatu zat mengalami perubahan panjang, luas, dan volume akibat perubahan suhu, zat tersebut dikatakan mengalami pemuaian. Untuk lebih singkatnya pahamilah penjelasan beberapa konsep di bawah ini yang dilengkapi dengan contoh soal dan pembahasan.

Fisika Gampang Asyik dan Menyenangkan (GASING)

Add Comment
Fisika memang tidak gampang asyik dan menyenangkan. Buktinya, banyak siswa yang tidak menyukai pembelajaran fisika tidak seperti mata pelajaran lain seperti kimia atau biologi yang banyak siswa sukai. Beberapa penelitian dalam bidang pendidikan fisika menunjukkan pula bahwa fisika adalah salah pelajaran yang tingkat disukainya paling rendah, terutama bagi kalangan perempuan. Lalu, apa yang menjadi dasar permasalahan ini sehingga fisika tidak tampak gampang, asyik, dan menyenangkan. Beberapa hal yang menurus penulis sangat mempenagruhi adalah:

Kualitas desain pembelajaran
Jika pernah melihat pembelajaran fisika yang dilakukan di MIT (cek di youtube), fisika menjadi sangatlah menarik karena setiap pembelajaran selalu dihadapkan pada fenomena yang kontekstual dalam kehidupan sehari-hari. Setidaknya, pelajaran fisika ditunjukkan melalui demontrasi yang berkaitan erat dengan konsep yang akan dipelajari. Beberapa pembelajaran juga menampilkan fenomena yang seolah-oleh berbanding terbalik dengan logika sehari-hari. Desain pembelajaran inilah yang akan menjadikan proses pembelajaran fisika menjadi sangat menarik untuk dilakukan bersama siswa. 

Dalam pelajaran fisika atau apapun akan penting ketika siswa dapat melakukan pengamatan dan lain-lain seperti kontek metode ilmiah. Dihadapkan masalah di awal, melakukan hipotesis, melakukan eksprimen, dan menarik kesimpulan. Pada dasarnya, peristiwa ini luput dari pandangan guru pada umumnya yang menekankan fisika menjadi sarana belajar matematika dengan hanya menanamkan bagaimana sebuah soal di jawab. Faktor inilah yang membuat pembelajaran fisika beralih menjadi matematika. Disini menunjukkan bahwa kualitas desain pembelajaran menentukan nasib pelajaran fisika akan dibawa kemanan. Disukai atau ditinggalkan sama sekali.

Guru berkompetensi
Faktor kedua dalam kelas yang menjadikan fisika menarik adalah guru, sebagai fasilitator dalam pembelajaran fisika. Lalu apakah guru yang diinginkan oleh siswa, ganteng, cantik, dan lain sebagainya. Jelaslah bukan faktor fisik yang menjadi perhatian utama, kompetensi guru lah yang menetukan nasib pembelajaran fisika. Guru yang mampu menguasai konsep dengan utuh dan mempunyai kemampuan pedagogi yang baik. Mengapa dua hal ini penting? Konsep adalah apa yang ingin diberikan kepada siswa, penguasaan konsep yang baik akan mengarah pada desain pembelajaran yang bervariasi dari waktu ke waktu karena guru bisa menyajikan konsep yang sama dalam kontek yang berbeda.

Kemampuan pedagogi adalah sokongan kuat ketika guru sudah menguasai konsep dengan utuh. Ini menjadi penting karena tidak semua orang mempunyai kemampuan pedagogi yang bagus. Guru yang mempunyai konsep yang kuat serta tetapi tidak ditunjang kemampuan pedagogi, akan menjadi hambar. Dalam artian, siswa cenderung kehilangan pemahaman yang utuh karena guru tidak paham apa yang ingin dipahami siswa. Biasanya kemampuan pedagogi akan meningkat beriring dengan jam terbang guru, tetapi dengan catatan guru tersebut sebagai guru pembelajar bukan guru yang tidak mau belajar. Inilah dua hal yang menjadikan kualitas fisika menarik dalam penadangan penulis.  

Pembahasan SBMPTN Fisika 2018

Add Comment
Bagaimanakah penampakan soal SBMPTN fisika 2018? Menaklukan soal SBMPTN dengan keyakinan tinggi merupakan harapan setiap siswa. Terlebih lagi jika dapat menaklukan soal SBMPTN Fisika karena sebagian besar siswa menyerah terlebih dahulu ketika ketemu soal fisika. Tidak hanya sekedar berlatih soal, pemahaman konsep pun dituntut untuk menyelesaikan soal SBMPTN fisika ataupun materi lain. Hal ini sangat wajar karena jenis soal SBMPTN sangat berbeda jauh dengan soal UN fisika. Jika soal UN lebih menekankan pada ingat rumus semata kemudian menerapkan semua besaran yang diketahui, soal dapat diselesaikan dengan mudah. Sebaliknya, soal SBMPTN lebih menekankan pemahaman terlebih dahulu, kemudian eksekusi terhadap permasalahan dilakukan setelah paham bagaimana seharusnya soal tersebut dikerjakan. Tetapi janganlah takut bahwa tidak semua soal SBMPTN fisika mempunyai kesulitan tinggi, sekitar 30 persen dari total soal fisika dikategorikan mudah, atau lebih mirip dengan soal UN fisika. 

Pada kesempatan kali ini, penulis akan membahas soal soal SBMPTN tahun 2018 yang diselenggarakan tanggal 8 mei hari selasa. Dari perspektif penulis, soal fisika tahun  2018 tidak jauh berbeda dengan konsep yang diujikan tahun 2016, bahkan ada beberapa soal yang mempunyai kemiripan hampir 80 persen dengan tahun 2016. Untuk lebih mengefektifkan waktu, adik-adik sekalian pahami konsep yang ada dalam setiap soal dan pembahasan. Semoga pembahasan ini memberikan manfaat dalam mempersiapkan SBMPTN 2019.

Soal-16: Sebuah benda bergerak pada bidang xy dengan kecepatan Vx(t) = 6t-2 dan Vy(t) = 2t + 6. Diketahui pada saat t = 0s, benda berada pada posisi awal x di 1m dan berada pada posisi awal y di 2m. Dengan demikian, pada saat 1s, jarak benda tersebut dari posisi awal adalah
A. √85 m
B. 6.2 m
C. 5√2 m
D. 4.5 m
E. 3√3 m

Soal-17: Sebuah balok berada pada suatu bidang miring dengan sudut elevasi 60 derajat. Massa balok itu 1 kg dan percepatan gravitasi setempat 10 m/s.s. Gaya minimum untuk mendorong balok menyusur bidang kasar sebesar 10N. Koefisien gesek kinetik yang mungkin anatara balok dan bidang miring adalah
A. 0.23
B. 0.27
C. 0.37
D. 0.40
E. 0.45

Soal-18: Sebuah sistem mekanik diperlihatkan seperti pada gambar di bawah ini. Sudut kemiringan bidang 30 derajat dan bidang merupakan bisang licin sempurna. Sistem berada dalam keadaan setimbang serta massa katrol dan massa pegas diabaikan.


Jika setiap massa dijadikan dua kali semula, salah satu cara yang dapat dilakukan agar sistem tetap setimbang adalah
A. Konstanta pegas tetap dan pertambahan panjang pegas menjadi 2 kali semula
B. Konstanta pegas jadi 0.5 kali semula dan pertambahan panjang pegas jadi 2 kali semula.
C. Konstanta pegas tetap dan pertambahan panjang pegas jadi setengah kali semula.
D. Konstanta pegas menjadi dua kali semula dan pertambahan panjang pegas tetap.
E. Konstanta pegas tetap dan pertambahan panjang pegas menjadi 4 kali semula.

Soal-19: Sebuah pegas dengan konstanta 1000 N/m dipasang horizontal di bidang datar licin. Sebuah balok dengan massa 225 gram didorong menekan pegas sejauh x, lalu dilepas. Kecepatan balok setelah lepas dari pegas adalah 2m/s. Besar x adalah
A. 7 cm
B. 6 cm
C. 5 cm
D. 4 cm
E. 3 cm

Soal-20: Sebuah bejana berisi fluida ideal dengan massa jenis ρ. Bejana tersebut berada di dalam lift laboratorium yang sedang bergerak dan dipercepat ke bawah dengan percepatan a. Perbedaan tekanan antara dua titik dalam fluida tersebut, yang terpisah pada arah vertikal sejauh Δh, adalah
A. 0
B. ρg(Δh)
C. ρ (g+a) (Δh)
D. ρ (g-a) (Δh)
E. ρa(Δh)

Soal-21: Pemanas A menaikkan suhu 200 gram air sebesar 20 derajat celcius dalam waktu 105 detik. Pemanas B yang berdaya 200 Watt digunakan untuk memanaskan 200 gram air sebesar 20 derajat celcius dalam waktu 140 detik. Jika pemanas B memiliki efisiensi 75% dari efisiensi pemanas A dan kalor jenis air 4.2 J/gK, daya pemanas A adalah
A. 300 Watt
B. 280 Watt
C. 250 Watt
D. 220 Watt
E. 200 Watt

Soal-22: Suatu bejana kokoh yang berisi gas ideal dikocok berulang-ulang. Manakah pernyataan yang benar mengenai keadaan gas tersebut setelah dikocok
A. Temperatur bertambah meskipun energi dalam tetap
B. Temperatur bertambah tanpa gas melakukan usaha
C. Energi dalam gas berkurang karena sebagian berubah jadi kalor
D. Gas melakukan usaha sebesar penambahan energi dalam
E. Temperatur gas bertambah sebanding dengan penambahan kelajuan molekul gas

Soal-23: Dua buah balok kayu kecil A dan B terapung dipermukaan danau. Jarak keduanya adalah 150 cm. Ketika gelombang sinusoida menjalar pada permukaan air teramati bahwa pada saat t = 0 detik, balok A berada di puncak, sedangkan balok B berada di lembah. Keduanya dipisahkan satu puncak gelombang. Pada saat t = 1 detik, balok A berada di titik setimbang pertama kali dan sedang bergerak turun. Manakah pernyataan yang benar mengenai gelombang pada permukaan air tersebut...
A. Panjang gelombang gelombang air 200 cm
B. Pada saat t = 1 detik, balok B dititik setimbang dan bergerak turun.
C. Frekuensi gelombang 0.25 Hz
D. Amplitudo gelombang 75 cm
E. Balok A kembali berada dipuncak pada saat t = 4.5 detik.

Soal-24: Sebuah kapasitor, sebuah lampu pijar, dan sebuah sumber arus AC dirangkai seri sehingga membentuk rangkaian tertutup. Lampu pijar meredup apabila
A. Tegangan listrik membesar
B. Frekuensi berkurang
C. Arus listrik membesar
D. Sebuah resistor paralel dipasang dengan lampu
E. sebuah kapasitor dipasang seri dengan lampu.

Soal-25: Dua buah kawat konduktor yang sejajar dan berjarak L = 1m dipasang membentuk sudut 30 derajat terhadap bidang horizontal. Ujung bawah kedua kawat terhubung dengan sebuah resistor 3 ohm. Sebuah batang konduktor dengan massa m bergeser turun sepanjang rel, tanpa kehilangan kontak dengan rel dan batang membentuk suatu rangkaian tertutup.


Pada daerah tersebut terdapat medan magnet seragam yang besarnya 2 tesla dengan arah horizontal. Jika batang turun dengan laju konstan 3 m/s, massa batang adalah
A. 0.2 kg
B. 0.4 kg
C. 0.6 kg
D. 0.8kg
E. 1.0 kg

Soal-26: Dalam percobaan reaksi nuklir, sebuah inti uranium ( A = 235, Z= 92) ditumbuk oleh sebuah netron sehingga menghasilkan tiga netron, sebuah inti La (A=142, Z=57), serta unsur X yang tidak diketahui nomor massa dan atomnya. Dengan demikian nilai A dan Z untuk inti unsur X adalah
A. 94 dan 35
B. 93 dan 38
C. 92 dan 36
D. 91 dan 35
E. 90 dan 37

Soal-27: Berkas cahaya yang melewati kaca akan keluar dengan kelajuan yang sama ke segala arah.

SEBAB

Kaca yang terbuat dari bahan homogen memiliki indek bias tunggal

Soal-28: Sebuah bola konduktor pejal A diberi muatan Q. Kemudian, bola A tersebut diletakkan secara konsentris didalam suatu kulit bola B yang netral dan jejarinya lebih besar. Medan listrik dipermukaan kulit bola B menjadi tidak nol.

SEBAB

Bola B menjadi tidak netral lagi.

Soal-29: Sebuah satelit mengorbit suatu planet dengan lintasan berbentuk elips. Pernyataan yang benar adalah sebagai berikut:
  1. Kecepatan linier satelit tidak bergantung massanya.
  2. Kecepatan linier satelit bergantung pada massa planet.
  3. Periode revolusi bergantung pada jari-jari orbit
  4. Momentum sudut satelit bergantung pada jaraknya dari pusat planet.
Soal-30: Sebuah sumber bunyi dengan frekuensi 640 Hz bergerak mendekati seorang pengamat dengan kecepatan 20 m/s. Jika cepat rambat bunyi diudara sebesar 340 m/s dan pengamat bergerak menjauh searah gerak sumber bunyi dengan kecepatan 10 m/s. Pernyataan yang benar adalah sebagai berikut:
  1. Panjang gelombang bunyi yang didengar pengamat lebih besar daripada panjang gelombang bunyi menurut sumbet.
  2. Frekuensi bunyi yang didengar oleh pengamat adalah 660 Hz.
  3. Frekuensi bunyi yang didengar pengamat makin tinggi sejalan dengan dekatnya sumber bunyi dengan pendengar
  4. Frekuensi bunyi yang didengar pengamat tetap meskipun sumber bunyi makin lama makin dekat dengan pendengar.

Suhu dan Termometer

Add Comment
Pada artikel ini kita akan mengkaji mengenai suhu dan termometer. Secara lebih rinci akan dijelaskan pengertian suhu, rumus suhu (mengkonversi suhu), dan penerapan azas black dalam permasalahan fisika SMA. Dalam artikel ini tentunya tidak akan dibahas mengenai prinsip kerja temometer manual atau digital, apalagi harga termometer.

Bola Langit

Add Comment
Pada artikel ini, kita akan membicarakan mengenai bola langit. Beberapa bagian pada bola langit seperti kutub langit selatan, kutub langit utara, ekuator langit, dan polaris akan dijelaskan secara singkat.

Hukum Kedua Termodinamika

Add Comment
Pada artikel ini, hukum kedua termodinamika atau hukum II termodinamika akan kita bicarakan termasuk aplikasinya dalam mesin kalor (contoh mesin Carnot), dan mesin pendingin. Tak hanya itu konsep efisiensi dan koefisien daya guna (Coeficient Of Performance) mesin juga menjadi objek kajian yang tidak terpisahkan.

Planet Bumi

Add Comment
Planet bumi adalah tempat berpijak kehidupan manusia. Tentunya planet ini mempunya karakteristik yang berbeda dengan planet lainnya didalam sistem tata surya (solar system) seperti planet mars, juviter, uranus dan sebagainya. Marilah kita sedikit mengular mengenai satelit bumi, sistem rotasi, dan sistem revolusi bumi.