Interferensi Young

Bagaimana konsep interferensi celah ganda? Interferensi Young merupakan sebuah contoh kasus interferensi yang terjadi akibat keberadaan dua celah. Dengan kata lain, interferensi Young sering disebut juga interferensi celah ganda. Dalam kasus ini, interferensi terjadi akibat beda lintasan yang dilalui oleh dua cahaya ketika bertemu disuatu titik. Dua celah yang dilewati cahaya berprilaku sebagai dua sumber cahaya yang koheren yaitu gelombang yang mempunyai fase yang sama. Sumber cahaya yang berasal dari kedua celah tersebut dikatakan koheren karena besal dari sumber cahaya yang sama. Hasil interferensi ini akan terbentuk pola terang-gelap pada layar. Pola terang yang kuat ditengah layar disebut sebagai terang pusat. Kemudian pola gelap tidak berarti berwarna hitam tetapi lebih menuju pada tidak terdapatnya cahaya. Pola terang-gelap ini selalu berselang-seling. Makin menjauhi pusat, pola terang yang terjadi memiliki instensitas yang semakin berkurang. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi lebar pola pada layar yaitu orde, panjang gelombang, jarak celah ke layar, dan jarak antar dua celah. Rumusan yang menghubungkan semua besaran tersebut dapat dituliskan sebagai berikut ini.



Dimana y merupakan lebar pola atau jarak antar pola dihitung dari terang pusat, d merupakan jarak antar dua celah, m adalah orde, L jarak celah ke layar, dan Lamda menunjukkan panjang gelombang yang digunakan. Penting untuk dipahami bahwa orde yang berdekatan untuk terang ke gelap bernilai 1/2 dan terang-terang atau gelap-gelap berdekatan berorde 1. Sebagai contoh orde untuk terang 1 ke gelap 2 adalah adalah 1/2. Untuk memudahkan pemahaman, simaklah contoh dan pembahasan interferensi celah ganda di bawah ini.

Kisi Difraksi
Hampir dapat dikatakan sebagai perluasan dari peristiwa interferensi Young, interferensi pada kisi mempunyai pola yang sama dengan pola interferensi celah ganda. Kisi merupakan sejumlah celah yang sangat banyak, biasanya jumlah celah yang digunakan berjumlah ratusan atau ribuan dalam 1 cm atau 1 mm kaca yang digores. Pada interferensi kisi, jarak dua celah sama dengan lebar kaca dibagi jumlah goresan. Secara matematik dapat dituliskan:


Dimana d menyatakan jarak antar celah dan N merupakan jumlah celah yang terdapat dalam sebuah kisi. Hubungan antar besaran seperti panjang gelombang, jarak antar celah, lebar kisi, dan orde dapat dituliskan sebagai berikut.




Penting untuk dipahami pula bahwa orde yang berdekatan untuk terang ke gelap bernilai 1/2 dan terang-terang atau gelap-gelap berdekatan berorde 1. Sebagai contoh orde untuk terang 1 ke gelap 2 adalah adalah 1/2. 

Post a comment