Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hukum Kirchhoff

Bagaimana konsep hukum Kirchoff (hukum I Kirchoff dan hukum II Kirchoff)? Selain menggunakan karakteristik rangkaian paralel dan seri, analisis rangkaian listrik dapat dilakukan menggunakan aturan kirchoff mengenai aturan simpul (mengenai arus) dan aturan loop mengenai hukum kekekalan energi dalam rangkaian listrik (mengenai tegangan).

Aturan Simpul
Jumlah semua arus yang menuju sebuah simpul (percabangan dimana tiga atau lebih sumber atau cabang pembawa arus terhubung) harus sama dengan jumlah dari semua arus yang meninggalkan simpul tersebut. Jika kita menetapkan arus yang masuk sebagai arus positif dan yang keluar sebagai arus negatif, maka jumlah arus sama dengan nol merupakan pernyataan alternatif yang umum dari aturan tersebut. Agar terlihat mudah, lihatlah gambar di bawah ini.


Berdasarkan gambar di atas, kita dapat memisalkan bahwa jika arus satu, dua, dan tiga positif maka arus empat, lima, dan enam negatif. Dalam bentuk matematiknya dituliskan:



Dalam bentuk lain persamaan di atas sering dijabarkan menjadi jumlah arus yang masuk ke suatu titik cabang akan sama dengan jumlah arus yang keluar dari titik cabang.

Aturan Loop
Saat menelusuri lintasan tertutup (loop) dalam suatu rangkaian, jumlah aljabar dari perubahan potensial yang dialami adalah nol. Dalam penjumlahan ini, kenaikan potensial adalah positif dan penurunan potensial adalah negatif.


Epsilon menunjukkan ggl yang terdapat dalam rangkaian. Konvensi tanda untuk ggl (+) ketika arah loop bertemu kutub positif ggl dan (-) jika arah loop bertemu kutub negatif terlebih dahulu. Sementara itu, arus listrik (i) akan ditandai positif jika searah dengan loop dan negatif jika berlawanan dengan arah loop.

Post a Comment for "Hukum Kirchhoff"