Pentingnya Ilmu Kebumian

Peta Indonesia
Keberadaan bidang IPA tidak hanya dibutuhkan oleh bidang eksakta, tetapi juga oleh ilmu kebumian dan bidang non eksakta karena adanya lintas disiplin yang harus dilakukan akibat proses globalisasi. Hukum fisika dibuat agar dapat menjelaskan peristiwa dan gejala alam yang dapat diamatinya terutama yang terjadi di bumi seperti badai guruh, siklon tropis, gempa bumi, gelombang tsunami, dan sebagainya.

Menurut penilaian banyak orang, indonesia adalah negeri yang kaya akan sumber alam. Karena itu sangatlah penting ilmu kebumian di Indonesia, baik ditinjau dari posisi geografis dan keadaan geologis. Ditinjau dari segi meteorologis dimana Indonesia terletak pada daerah monsun (angin tropis) di tropis. Ditinjau dari oseanologi dan oseanografi dimana Indonesia terdiri dari 70% perairan dan hanya kurang lebih 30% daratan. Ditinjau dari seismologi, dimana Indonesia sering mengalami gempa bumi, ditinjau dari vulkanologi dimana Indonesia mempunyai banyak gunung berapi yang masih aktif. Jadi diitinjau dari segimanapun, ilmu kebumian perlu dikembangkan di Indonesia karena bumi Indonesia merupakan laboraotrium kebumian yang paling akbar untuk dapat mengekplorasi dan mengekploitasi sumber-sumber alam yang ada di Indonesia.

Atmosfer Indonesia perlu dikaji dan diteliti secara khusus karena berbeda dengan atmosfer di atas negara-negara lain, hal ini disebabkan wilayah Indonesia:
  1. Selain dilalui ekuator geografis yang tetap juga dilalui oleh dilalui oleh ekuator meteorologis, yaitu zona konvergensi intertropis (intertropical convergence zone) yang bergerak mengikuti migrasi tahunan matahari.
  2. Menerima panas sensibel dan panas laten dalam jumlah besar, sehingga terjadi konveksi kuat yang menyebabkan awan-awan konvektif jenis kumulus lebih dominan.
  3. Terletak di daerah tropis monsun, terdiri atas gunung, pulau, laut, dan selat. Kondisi semacam ini menyebabkan atmosfer di atas Indonesia sangat rumit dan iklim lokalnya bervariasi sangat besar.
Riset meteorologi benua maritim Indonesia mencakup daerah tropis yang luas, tetapi cenderung berkonsentrasi pada fenomena meteorologis di daerah ekuitorial monsun. Investigasi intensif bersubjek pada awan konvektif karena benua maritim Indonesia merupakan daerah konvektif yang paling aktif di antara negara-negara ekuator lainnya. Awan konvektif berkaitan dengan hujan lebat (shower), petir atau guruh dan kilat (thunder dan lighting), dan kerusakan lingkungan.

Disamping keunikan atmosfer, Indonesia mempunyai keunikan arus laut, yaitu Arus Lintas Indonesia (The Indonesian Throughflow) yang disingkat ARLINDO dan arus monsun Indonesia ( The Indonesian Moonson current) disngkat ARMONDO. ARLINDO adalah sebuah sistem arus laut yang menghubungkan Samudera Pasifik dan Samudera Hindia melalui perairan Indonesia pada lintang-lintang daerah dan memainkan peranan pada transport panas dalam sistem iklim. ARMONDO adalah arus laut yang arah kecepatannya berkaitan dengan moonson yang berbalik arah dengan bergantung pada musim belahan bumi. ARLINDO adalah arus yang mengalir pada lapisan termoklin atas (75-200 m) kecuali pergerakan ARLINDO di Laut Sulawesi, Laut Makasar, dan Laut Timor yang juga menempati lapisan campuran hampir sepanjang tahun, sedangkan ARMONDO adalah arus permukaan yang mengalir pada lapisan campuran (0-50m) yang homogen. 

Arus monsun adalah arus laut akibat dorongan angin musim (monsun) Arus monsun yang melintasi laut-laut Indonesia  kemudian disebut Arus Monsun Indonesia dan disingkat ARMONDO. Arus monsun Indonesia adalah periodik dengan periode musiman seperti halnya monsun. Arah ARMONDO dipengaruhi oleh monsun Australasia. Dalam musim dingin boreal , angin berhembus dari benua Asia sebagai angin timur laut dibelahan bumi utara, dan setelah melewati ekuator sebagai angin barat laut dibelahan bumi selatan. Dalam musim dingin Austral angin berhembus berlawanan arah dengan angin musim dingin Boreal. Beberapa pemanfaatan laut Indonesia perlu dikaji secara Intensif karena merupakan Sumber hayati, Sumber mineral, Media transportasi, Lokasi pariwisata, dan sumber energi.

Karena litosfer bagian bumi yang paling luar maka sumber daya alamnya mudah dibudidayakan. Sumber daya alam dapat dibagi menurut kedalamannya yaitu sumber daya permukaan dangkal, dan sumber daya alam dalam.


Sumber Bacaan: Ilmu Kebumian dan Antariksa. Prof. Bayong tjasyono, DEA.

Post a comment