Planet Bumi

Planet bumi adalah tempat berpijak kehidupan manusia. Tentunya planet ini mempunya karakteristik yang berbeda dengan planet lainnya didalam sistem tata surya (solar system) seperti planet mars, juviter, uranus dan sebagainya. Marilah kita sedikit mengular mengenai satelit bumi, sistem rotasi, dan sistem revolusi bumi.

Jarak rata-rata bumi ke matahari sekitar 150 juta kilometer. Eksentrisitas orbit bumi adalah 0.017, ini berarti bahwa nilai eksentrisitas yang menuju nol berarti lintasan orbitnya mendekati lingkaran. Periode revolusi bumi adalah 365.3 hari disebut tahun siderik dan periode rotasinya adalah 23 jam 56 menit disebut hari siderik. Kerapatan bumi atau densitasnya adalah 5.52 gram/ cm3. Hal ini menunjukkan bahwa bahwa bumi merupakan benda yang paling padat dalam sistem tata surya. Bumi mempunyai satu satelit yaitu bulan.

Sampai sekarang, baru bumi yang ditemukan sebagai penopang kehidupan manusia. Bumi adalah planet ketiga setelah Merkurius dan venus dalam tata surya dengan model heliosentris. Sangat disayangkan, akhir-akhir ini bumi mengalami pemanasan global akibat gas-gas, terutama karbondioksida yang bertindak sebagai gas rumah kaca, dan akibat penipisan lapisan ozonosfer  oleh gas buang industri, teruatam CFC (chlorofluorocarbons). Ozonosfer adalah lapisan atmosfer pada ketinggian 20 km sampai 30 km dari permukaan laut sebagai lapisan yang menyerap radiasi matahari berenergi tinggi seperti radiasi ultra violet. Jika tidak ada aksi terhadap pemanasan global maka bumi sebagai kapal angkasa yang nyaman akan menjadi tuan rumah yang panas. 

Bumi mengelilingi sumbu imaginernya dengan periode 23 jam 56 menit, dan berotasi dari barat ke timur. Akibatnya benda benda langit tampak melakukan tampak melakukan peredaran semu harian dari timur ke barat. Rotasi bumi juga mengakibatkan angin dibelokkan kekanan di belahan bumi utara (BBU) dan kekiri dibelahan bumi selatan (BBS).

Bumi juga melakukan revolusi mengelilingi matahari dengan periode 365.3 hari. Pada tanggal 21 Maret dan 23 Spetember kedudukan matahari tepat di Ekuator, disebut ekinoks. Jadi selama periode revolusi (1 tahun) terjadi dua kali ekinoks. Ketika ekinoks, tempat-tempat dimuka bumi mengalami siang dan malam yang sama yaitu 12 jam. Pada tanggal 22 juni dan 22 desember kedudukan matahari berada paling jauh dari ekuator, disebut solstis. Pada tanggal 22 juni, matahari berada pada garis lintang 23.5 U, disebut garis balik utara, sedangkan pada tanggal 22 Desember matahari berada dilintang 23.5 S, disebut garis balik selatan. Pada waktu solstis  lamanya waktu siang dan malam ditempat-tempat di muka bumi tidak sama, kecuali di ekuator.

Sumber Bacaan: Ilmu Kebumian dan Antariksa. Prof Bayong Tjasyono, DEA.



Previous
Next Post »
0 Komentar