Sistem Tata Surya

Sistem Tata Surya
Tata Surya terdiri dari matahari, delapan planet dan berbagai benda langit seperti satelit, komet, asteroid. Planet-planet berevolusi mengelilingi matahari dengan orbit (garis edar) yang berbentuk elips. Beberapa planet mempunyai satelit. Satelit ini berputar mengelilingi planet dan bersama dengan planet bergerak mengelilingi matahari. Jadi tata surya merupakan sistem rotasi yang berpusat pada matahari.

Hingga kini dikenal sembilan planet sebagai anggota tata surya yaitu: Merkurius, Venus, Bumi, Mars. Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Sampai abad 17 baru dikenal enam planet yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars. Jupiter, dan Saturnus. Uranus ditemukan pada tahun 1781, Neptunus pada tahun 1846, dan Pluto 1930.

Menurut Kepler (1609), planet beredar mengealilingi matahari dengan orbit berbentuk elip, dengan matahari berada di salah satu titik fokusnya. Tetapi bentuk elipnya mendekati lingkaran, karena eksentrisitas orbit planet sangat kecil. Eksentrisitas didefinisikan sebagai perbandingan jarak dua fokus elip dan sumbu panjangnya. Eksentrisitas orbit Merkurius 0.206; Venus 0.007; Bumi 0.017; Mars 0.093; Jupiter 0.048; Saturnus 0.056; Uranus 0.047; Neptunus 0.009, dan Pluto 0.249.

Empat planet yang terdekat dengan matahari yaitu Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars disebut planet dalam, dan planet sisanya disebut planet luar. Pluto belum pasti planet, beberapa ahli astronomi percaya bahwa Pluto adalah sebuah satelit Neptunus yang terlepas. Antara orbit Mars dan Jupiter terdapat sebuah sabuk (belt) asteroid, yaitu ribuan planet kecil dan pecahan-pecahan yang asalnya masih diperdebatkan. Semua planet berevolusi mengelilingi matahari dalam arah yang sama. Demikian juga halnya dengan revolusi bulan mengelilingi bumi dan rotasi bumi sekitar sumbunya mempunyai arah yang sama. Semua orbit planet kecuali Merkurius dan Pluto terletak hampir dalam bidang yang sama. Bidang orbit bumi mengelilingi matahari disebut bidang ekliptika.

Sumber bacaan: Ilmu Kebumian dan Antariksa. Prof Bayong Tjasyono, DEA.

Post a comment