Pembangkit Listrik Sumber Bahan Bakar Fosil

Sumber energi bahan bakar fosil merupakan sumber utama energi yang digunakan oleh manusia pada umumnya. Sepertinya masih ingat bahwa sumber penyebab utama dari energi untuk beratahun-tahun adalah sumber energi bahan fosil yang dapat meningkatkan pemanasan global. Secara teknis, daya panas pusat pembangkit listrik yang berasal dari fosil digunakan untuk memanasakan elemen pemanas, mendidihkan air, dan akhirnya digunakan untuk memutarkan turbin. Dari efisiensi mesin carnot, kita memahami bahwa efisiensinya dapat dinyatakan (η).


Dengan TR merupakan temperatur sumber kalor pada suhu rendah dan Tt merupakan temperatur sumber kalor pada suhu rendah. Sumber kalor pada suhu rendah berupa lingkungan (biasanya sebuah sungai) dan dalam praktinya suhunya dapat mencapai 15 derajat Celcius (288K). Sedangkan sumber kalor pada suhu tinggi dapat mencapai 600 derajat Celcius (900K). Dengan temperatur seperti itu efisiensi yang dapai dicapai adalah 70% untuk stasiun listrik bukan mesin Carnot yang reversible. Efisiensi total yang diperoleh sekitar 40% untuk sumber stasiun listrik yang menggunakan pembakaran batubara. Adapun rincian proses dapat dijelaskan seperti di bawah ini:


  1. Pendidih didesain dapat mencapai efisiensi 90% yang mengalirkan panas fluida yang digunakan. 
  2. Setiap stasiun mempunyai tiga turbin uap  (tekanan tinggi bertekanan 160 bar, tekanan sedang 2 bar, dan tekanan rendah 0.035 bar). Uap yang dikeluarkan turbin digunakan untuk memanaskan air ke pendidih. Efisiensi yang terbentuk sekitar 48%.
  3. Beberapa proses mekanik lainnya telah menghilangkan panas sehingga efisiensi mengalami pengurangan.
Suatu cara yang digunakan untuk meningkatakan kegunaan sistem adalah membangun sebuah kombinasi daya generator. Secara keseluruhan efisiensi dari sistem kombinasi daya genetor ini dituliskan sebagai berikut:


Dimana Po adalah daya keluaran, ER adalah energi yang direkaperi dari panas yang hilang, Ei adalah energi masukan (input). Dengan efisiensi seperti ini, secara aktual efisiensi bertambah karena dalam proses rekaperi kalor dapat mencapai 2/3 dari kalor yang hilang.

Post a comment