Eksperimen Murni: Desain Penelitian Pendidikan

Dalam beberapa kasus yang ditemui, sering kali beberapa orang yang berkecimpung dalam duni penelitian sosial khususnya pendidikan mengatakan bahwa eksperimen murni tidak mungkin dilakukan dalam penelitian pendidikan. Konsep dasarnya memang sangat sederhana, banyaknya faktor intervensi yang mempengaruhi sampel menjadi alasan untuk semua itu.


Tetapi marilah kita kaji terlebih dahulu, sepakat atau berbeda tentunya harus didasarkan pada alasan yang bisa diterima oleh akal sehat manusia. Dalam ilmu murni seperti fisika, biologi, kimia, dan kajian ilmu murni lainnya. Sering kali peneliti berhadapan dengan objek mati (dalam hal biologi agak berbeda). Seperti sebuah kasus sederhana, seorang peneliti bidang fisika ingin mengetahui hubungan gaya (tarikan) dengan pertambahan panjang pegas. Apakah ada hubungan yang bersifat proporsional (berbanding lurus)? Mengambil beberapa pegas dengan bahan berbeda dan kemudian digantungi beban yang berbeda, setelah itu pertambahan panjang pegas diukur ketika massa yang berbeda digantungi pada pegas tersebut. Terlihat jelas bahwa fokus yang diteliti adalah hubungan gaya dengan pertambahan panjang. Faktor lain seperti, jenis bahan, suhu, tekanan, tingkat kelembaban, gravitasi dan banyak lagi bisa dipertahankan dalam keadaan yang sama. Itulah contoh eksprimen murni dalam bidang kajian ilmu murni.



Jika penjelasan contoh ini dibawa dalam ranah pendidikan, tentunya akan sulit untuk dilakukan. Membuat manusi berada dalam suatu keadaan dan mempertahankan beberapa faktor lain dalam keadaan tetap akan menjadi sangat sulit untuk diteliti. Sebagai contoh sederhana, ketika penelitian diarahkan pada sekelompok orang untuk mendapatkan perlakuan, peneliti tidak bisa mengisolasi orang-orang tersebut untuk tidak berinteraksi dengan orang lain diluar yang diteliti. Jika tidak bisa dilakukan, lalu bagaimana syarat dilakukannya penelitian murni dalam kontek ilmu pendidikan? Beberapa sumber textbook (Creswel dan Fraenkel) mengenai metode penelitian pendidikan menyatakan bahwa syarat diberlakukan penelitian murni dalam kontek ilmu pendidikan adalah sampel atau kelompok yang diberi perlakuan harus berasal teknik pengambilan sampling secara random. Teknik pengambilan sampling ini dapat dikenal dengan beberapa istilah seperti simple random, stratified random, cluster random, dan multistage random.

Post a comment