Ilmuwan Fisika Membenci Dua dari Lima Hal

Pada kenyataannya, tidak hanya siswa SMA yang membenci mata pelajaran fisika karena kerumitannya. Para fisikawan tingkat tinggi (sedikit alay) juga membenci beberapa hal dari fisika. Kenyataanya, fisika tidak hanya sulit tetapi juga tidak menyenangkan. Dari dunia Quantum sampai kematian kalor alam semesta, adalah lima hal berarti yang memalukan.

Segalanya berjalan baik-baik saja, setelah meluangkan waktu bertahun-tahun mengembangkan teori, mengerjakan atau menyelesasikan persamaan matematika yang rumit. Alangkah indahnya, semuanya sesuai dengan fakta, dan tentunya dapat memprediksi sesuatu sesuai yang diiinginkan. Relativitas umum Einstein adalah sebuah contoh kasus dalam hal ini. Teori tersebut merupakan satu teori terbaik mengenai gravitasi yang fisikawan miliki tetapi prediksinya mengenai keberadaan lubang hitam (black holes), benda-benda yang kekuatan gravitasinya sangat powerfull sehingga bisa menghisap benda disekitarnya, memaksa para akhi menghisap pensil untuk saat ini.
Multiverse Kuantum
Multiverse merujuk pada kata meta-universe yang menunjukkan sekumpulan hipotesis yang mungkin mengenai jangat raya, termasuk jagat raya yang manusia tinggali  saat ini. Pada dasarnya, realitas atau kenyataan pasti terlihat indah, begitu bukan? Kita berada disini dan sebuah bola disini pula. Kita menendang bola tersebut dan bola akan berakhir disana bergerak menjauh kita. Bagaimanapun hal tersebut terasa memalukan bahwa teori menjelaskan bagaimana realitas benda nyata menjalankan gambaran-gambaran sebuah gambaran berbeda.

Hakikat teori Kuantum adalah gagasan bahwa materi berada dalam sebuah bayangan/kegelapan, ketidakpresisian bentuk sampai kita benar-benar harus mengukurnya. Sebagai contoh, benda-benda dapat berada pada banyak tempat dalam satu kesempatan, dan semua itu hanya ketika kita memandang mereka dan menempatkannya jauh sangat kecil.

Tentunya, Einstein mempunyai pandangan kecil mengenai hal tersebut. Dengan sangat tajam bertanya apakah bulan yang dilihat berada pada posisi yang sebenarnya? Untuk menyimpulkannya, bagaimana temannya merasakan hal tersebut. Fisikawan David Mermin mengungkapkan phrasa yang sangat berkesan"tutup mulut dan hitunglah".

Interpretasi dari berbagai kegilaan mengisi konsep "vakum", terutama kuantum yang memiliki banyak dunia hipotesis. Hal tersebut mengatakan bahwa setiap saat kita membuat suatu pengukuran, setiap keadaan pra-keberadaan kuatum berlanjut pada keberadaan hanya pada dunia-dunia paralel yang kita sendiri tak dapat melihatnya.

Waktu
Dalam permasalahan waktu, bukanlah fisikawan yang salah mengenai waktu, tetapi kita. Sejauh ini kita diyakinkan bahwa waktu mengalir dari lampau ke masa depan, membawa kita semua kedalam proses yang tidak pernah berakhir sampai sekarang, tetapi hal tersebut hanyalah sebuah ilusi yang dibangun dalam pemikiran kita. Ini sangat jelas sejak Einstein meletakkan teori Relativitas pada awal abad 20an. Waktu sebenarnya tidak mengalir, secara jelas tidak ada definisi masa lampau dan masa depan. Yang ada hanyalah waktu saat ini.

Referensi: New Scientist

Post a comment