Sampel Random: Mengenal Sebuah Teknik Sampling

Menarik untuk mengkaji statistika, suatu ilmu yang erat kaitannya dengan peluang. Dalam berbagai bidang keilmuan, statistika memainkan peranan penting terhadap data yang didapatkan dalam penelitian. Hal awal dalam statistika yang perlu kita ketahui adalah sampel. Sebuah sampel merujuk pada bagian yang menjadi objek penelitian yang merupakan representasi dari populasi.

Tentunya kita harus memahami sampel mana yang bisa mewakili sebuah populasi. Tidak ada definisi khusus bagaimana sebuah sampel dipilih dari populasi. Tetapi marilah sejenak kembali ke era pemilihan presiden di Amerika sekitar tahun 1936. Sebuah kasus yang menarik untuk dipikirkan mengenai pengambilan sampel. Pada tahun tersebut, Amerika sendiri sedang dihangatkan dengan head to head nya dua calon presiden dari partai demokrat ( Franklin D Rosevelt) dan partai Republik (Alf Landon).


Sama seperti di Indonesia saat ini atau dibelahan dunia yang lain (mungkin meniru waktu itu). Peran media dalam hal memfasilitasi keingintahuan masyarakat mengenai siapa yang akan memenangkan konstestasi politik tersebut sangat dominan. Sebagai media termuka di Amerika saat itu " Literary Digest" mencoba melakukan survei mengenai siapa yang akan memimpin warga Amerika serikat. Tidak tanggung-tanggung, media ini melakukan survei dengan jumlah orang yang disurvei 10 juta orang (sebuah survei terbesar yang pernah dilakukan sampai saat ini). Pengambilan data tersebut dilakukan berdasarkan kepemilikan mobil dan telepon. Dari data tersebut lebih dari dua juta orang merespon terhadap survei yang diajukkan, dan hasilnya menunjukkan Landon berhasil mengalahkan Rosevelt. Tetapi kenyataanya Rosevelt mempercindangi Landon dengan selisih suara yang sangat besar. Tentunya kita bertanya-tanya apa yang salah dengan survei tadi? Suatu faktor yang menarik saat itu adalah Amerika sedang mengalami depresi. Tingkat daya beli masyarakatnya sangat rendah untuk membeli barang tersier seperti mobil. Jumlah penduduk yang tidak membeli mobil saat itu jauh lebih banyak daripada jumlah yang memiliki mobil. Dengan kata lain, akan mudah mengatakan bahwa sampel yang di ambil media tersebut tidak mewakili populasi.

Sebuah asumsi yang sangat penting dalam statistika inferensial (adanya penarikan kesimpulan) adalah harus terambil secara random dari sebuah populasi khusus. Random sampel diperoleh dalam cara setiap sampel harus mempunyai ukuran yang sama peluang untuk terpilih. Sebuah kasus adalah ketika kita ingin mengambil lima orang siswa dari satu kelas, hal tersebut dapat dilakukan dengan mengundinya. Menuliskan nama setiap siswa dalam kertas kecil, kemudian melipatnya, dan memasukannya kedalam gelas dan mengocoknya. Kemudian mengambil lima nama berdasarkan hasil kocokan. Lima orang diperoleh tersebut tentunya dapat mewakili bagian dari satu kelas siswa. 

Hari ini, jika melihat melihat survei yang dilakukan oleh beberapa media di Indonesia dalam pemilihan kepala daerah, media tersebut tidak melakukan sampel secara random dengan sederhana. Suatu proses menentukan sampel sering kali menggunakan cara yang lebih rumit seperti salah satunya dikenal statified random sampling. Sampel dalam hal ini diambil berdasarkan ukuran kependudukan seperti didasarkan pada jenis kelamin, suka bangsa, usia, tingkat pendidikan dan lokasi. 

Ada dua hal besaran dari sampel-sampel random yang seharusnya terjaga. Pertama, jika sampel-sampel random yang diperoleh dari populasi yang sama, sampel-sampel haruslah berbeda, sehingga karakteristiknya  akan sangat bervariasi. Kedua, semakin besar pengampilan sampel-sampel random dari populasi maka semakin kecil variasi error dari sampel ke sampel. Hal ini sangat penting dalam statistika inferensial karena semakin besar sampel-sampel random maka sampel akan semakin presisi dalam mendekati ukuran populasi yang sebenarnya.

Post a comment