Bagaimana Mengukur Jarak Bintang

Metode dasar untuk mengukur jarak bintang adalah paralaks trigonometri. Jarak suatu bintang dari bumi tentunya sangat besar sekali sehingga tidak mungkin dinyatakan dalam mil atau km. Rasanya tidak perlu juga mneyatakannya dalam mil apalagi mengubah 1 mil berapa km. Secara umum jarak bintang dinyatakan dalam tahun cahaya.

Prinsip dasarnya, untuk bintang, garis alas yang digunakan adalah diameter orbit bumi mengelilingi matahari. Prinsipnya, jika posisi sebuah bintang tertentu diukur dalam bulan januari, katakanlah, ketika bumi berada pada suatu titik pada orbitnya dibagian kiri matahari, dan diukur lagi pada bulan Juli pada suatu titik bagian orbit sebelah kanan, pergeseran kecil dalam posisi (paralaks) dapat dideteksi.

Perubahan sudut maksimum bintang dalam posisi rata-rata dilangit, yang terjadi ketika sudut antara bumi, matahari, dan bintang tegak lurus disebut paralaks tahunan (annual paralax). Dengan konvensi, paralaks tahunan sering dinyatakan dengan simbol. Selama setahun bintang akan membuat jejak berbentuk elips keci, yang berpusat pada posisi rata-ratanya, dengan radius maksimum sama dengan paralaks tahunan. 



Paralaks tahunan adalah sudut antara matahari, bintang, dan bumi dalam segitiga siku-siku yang dibentuk oleh tiga benda ini. Makin jauh suatu bintang, makin panjang dan makin lancip segitiga ini, dan makin kecil paralaksnya. Jika paralaks tahunan bintang dapat diukur, dan jarak antara matahari dan bumi diketahui. Jarak bintang dapat dihitung menggunakan trigonometri sederhana pada segitiga ini. Tidak ada bintang yang cukup dekat pada kita sehingga besar paralaksnya i detik busur. Paralaks tahunan bintang paling dekat, Proxima Centauri, adalah 0.772 detik busur, yang bersesuaian dengan jarak sekitar 270 ribu kali lebih besar daripada jarak Matahari atau sekitar 40 triliun km, atau 4,2 tahun cahaya. 

Satuan pengukuran jarak, yang berkaitan dengan paralaks, adalah parsek. Satu parsek adalah jarak dimana bintang mempunyai paralaks tahunan tepat satu detik busur, ekivalen dengan jarak dimana panjang 1 Satuan Astronomi yaitu radius Bumi mengelilingi Matahari, mencakup satu detik busur. Satu parsek setara dengan 3.26 tahun cahaya. Jarak sebuah bintang yang dinyatakan dalam parsek merupakan kebalikan dari paralaks tahunan. Sebagai contoh kalau paralaks tahunan 0.1 detik busur, akan bersesuaian dengan jarak 10 parsek. Kasus untuk bintang proxima Centauri yang memiliki paralaks tahunan 0.772 detik busur akan bersesuaian dengan 1/0.772 yaitu 1.3 parsek. 

Metode lain harus digunakan untuk bintang yang jaraknya terlalu jauh untuk diukur dengan cara trigonometri. Jika magnitudo absolut sebuah bintang dapat ditentukan dari karakteristik bintang tersebut (misal spektrum). Jarak bintang tersebut dapat ditentukan dengan membandingkan magnitudo semu dengan magnitudo absolutnya. Pada kenyataannya, penentuan jarak dengan cara ini harus memasukan faktor absorbsi cahaya yang diakibatkan oleh materi antar bintang. Tetapi pada prinsipnya, teknik ini memungkinkan menghitung jarak bintang asalkan magnitudo absolut bintang dapat diperkirakan dengan baik.

1 komentar:

Post a comment