Fisika Gampang Asyik dan Menyenangkan

Fisika memang tidak gampang asyik dan menyenangkan. Buktinya, banyak siswa yang tidak menyukai pembelajaran fisika tidak seperti mata pelajaran lain seperti kimia atau biologi yang banyak siswa sukai. Beberapa penelitian dalam bidang pendidikan fisika menunjukkan pula bahwa fisika adalah salah pelajaran yang tingkat disukainya paling rendah, terutama bagi kalangan perempuan. Lalu, apa yang menjadi dasar permasalahan ini sehingga fisika tidak tampak gampang, asyik, dan menyenangkan. Beberapa hal yang menurus penulis sangat mempenagruhi adalah:

Kualitas desain pembelajaran
Jika pernah melihat pembelajaran fisika yang dilakukan di MIT (cek di youtube), fisika menjadi sangatlah menarik karena setiap pembelajaran selalu dihadapkan pada fenomena yang kontekstual dalam kehidupan sehari-hari. Setidaknya, pelajaran fisika ditunjukkan melalui demontrasi yang berkaitan erat dengan konsep yang akan dipelajari. Beberapa pembelajaran juga menampilkan fenomena yang seolah-oleh berbanding terbalik dengan logika sehari-hari. Desain pembelajaran inilah yang akan menjadikan proses pembelajaran fisika menjadi sangat menarik untuk dilakukan bersama siswa. 


Dalam pelajaran fisika atau apapun akan penting ketika siswa dapat melakukan pengamatan dan lain-lain seperti kontek metode ilmiah. Dihadapkan masalah di awal, melakukan hipotesis, melakukan eksprimen, dan menarik kesimpulan. Pada dasarnya, peristiwa ini luput dari pandangan guru pada umumnya yang menekankan fisika menjadi sarana belajar matematika dengan hanya menanamkan bagaimana sebuah soal di jawab. Faktor inilah yang membuat pembelajaran fisika beralih menjadi matematika. Disini menunjukkan bahwa kualitas desain pembelajaran menentukan nasib pelajaran fisika akan dibawa kemanan. Disukai atau ditinggalkan sama sekali.

Guru berkompetensi
Faktor kedua dalam kelas yang menjadikan fisika menarik adalah guru, sebagai fasilitator dalam pembelajaran fisika. Lalu apakah guru yang diinginkan oleh siswa, ganteng, cantik, dan lain sebagainya. Jelaslah bukan faktor fisik yang menjadi perhatian utama, kompetensi guru lah yang menetukan nasib pembelajaran fisika. Guru yang mampu menguasai konsep dengan utuh dan mempunyai kemampuan pedagogi yang baik. Mengapa dua hal ini penting? Konsep adalah apa yang ingin diberikan kepada siswa, penguasaan konsep yang baik akan mengarah pada desain pembelajaran yang bervariasi dari waktu ke waktu karena guru bisa menyajikan konsep yang sama dalam kontek yang berbeda.

Kemampuan pedagogi adalah sokongan kuat ketika guru sudah menguasai konsep dengan utuh. Ini menjadi penting karena tidak semua orang mempunyai kemampuan pedagogi yang bagus. Guru yang mempunyai konsep yang kuat serta tetapi tidak ditunjang kemampuan pedagogi, akan menjadi hambar. Dalam artian, siswa cenderung kehilangan pemahaman yang utuh karena guru tidak paham apa yang ingin dipahami siswa. Biasanya kemampuan pedagogi akan meningkat beriring dengan jam terbang guru, tetapi dengan catatan guru tersebut sebagai guru pembelajar bukan guru yang tidak mau belajar. Inilah dua hal yang menjadikan kualitas fisika menarik dalam penadangan penulis.  

Post a comment